Jangan Paksa Rindu

Jangan Paksa Rindu

Bila memang kau tak bisa bersama
Jika lelah dan keluhkan semua rasa
Lepaskan genggam tanganmu
Jangan paksakan tuk rindu
Kan kututup semua ruang di hatiku

“Jangan paksakan tuk rindu.”

Falling in love is often an unconscious decision, but staying in love is a decision that, I think, one has to make every day.

“Jangan paksakan tuk rindu.”

Karena mungkin di sepanjang perjalanan, akan ada beberapa waktu di mana kita akan “fake it till you make it.” Kita tersenyum untuk bahagia, bukan tersenyum karena bahagia. Kita menangis untuk meringankan beban, bukan karena beban itu membuat kita menangis. Kita merindu untuk tetap merasakan cinta, bukan merindu karena cinta.

Bila memang kau tak bisa bersama
Jangan paksakan hati tuk terus mencinta
Relakanlah saja ini
Kan kusimpan kisah ini
Dan kututup semua ruang di hatiku

“Relakanlah saja ini.”

Iya, relakan saja. Semua waktu yang sudah berlalu, semua hal yang sudah terjadi, semua cinta yang pernah dinikmati, semua kebahagiaan dan kekecewaan yang sudah dilalui, semua ketakutan atas pandangan orang, semua hal yang sudah diperjuangkan.

Ya sudah. Nggak pa pa.

“Relakanlah saja ini.”

People change every second, every step of the way, They even say that the only constant thing in this world is the change. Dan sangat mungkin kita tumbuh menjadi orang yang sudah tidak compatible satu sama lain. But maybe, we love each other still, but the efforts it takes to stay in love has become too much to bear.

Ya sudah. Nggak pa pa.

“Relakanlah saja ini.”