(Tidak) Seumur Jagung

Hai Pancit!

Apa kabar? Besok natal lho! Sudah beli iPhone untuk istrimu kah? :mrgreen:

Anyway, EMPAT BULAAAAAN!! YEAAAAAAAAYYY!! Akhirnya kita sudah tidak seumur jagung lagi!

Buat yang ga percaya bahwa empat bulan sudah tidak seumur jagung lagi, silakan pergi ke toko bibit jagung terdekat, dan tanya berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai jagung bisa dipanen? Jawabannya, harusnya, berkisar antara 80 – 110 hari, saya sudah melakukan riset (baca: tanya ke mbah Google). Kecuali bibit jagung itu adalah bibit jagung mutan yang datang dari Planet Krypton. Ada yang bisa membayangkan mutan dari Planet Krypton jagonya kayak apa? Makhluk Planet Krypton ke bumi saja bisa jadi Superman. Apalagi mutan Planet Krypton?! #salahtopik

Tulisan ini sudah di-schedule dari satu bulan yang lalu. Niat banget?! Iya! Karena saya pengen bilang sama orang – orang, kalau pernikahan kami ini sudah ga seumur jagung lagi. Pada saat jagung berumur 4 bulan, kemungkinan besar dia sedang berada di panggangan api, atau panci rebusan. Tergantung selera pengendara motor di Puncak.

Oke, saya bohong. Tulisan ini ditulis karena saya excited setelah menemukan berapa umur jagung yang sebenarnya. Seandainya saya tahu berapa umur jagung di hari akad nikah (dan jika blog ini sudah dibuat), pasti saya akan menjadwalkan tulisan ini 4 bulan setelahnya, agar saya bisa pamer bahwa SAYA TAHU BERAPA UMUR JAGUNG.

Sekian dan terima jagung.

6 Replies to “(Tidak) Seumur Jagung”

  1. asli ngakaaaaaaaaaaak xD hahahahahha seumur jagung….

    1. Hihihihi.. *ngemutjagung

  2. ekspektasi: judul cuman pengantar buat cerita ttg pernikahan.
    realitas: benar2 sesuai dg judul.

    ahahahaha

    1. hahaha.. demikianlah =D

  3. *gerogotin jagung* *ngebet nikah

  4. […] bener dah judulnya, dah kayak orang nikah beneran. Hahaha. Meskipun dah ga seumur jagung lagi, tapi kadang masih gimanaaaa gitu rasanya. Perbedaan yang paling jelas sejauh ini ya cincin […]

Leave a Reply